Sejak tau film dari novel ini akan dikeluarkan, gw emang pengen bgt nonton. Di samping penasaran kata orang yg novelnya bagis bgt, penasaran jg sama apa yg dikatakan Andrea Hirata waktu di Kick Andy. Gw sebel juga blm sempet baca novelnya. Novel yg sgt recomended padahal. Tapi seenggaknya gw beruntung, jadi pas nonton filmnya ga ngebandingin sama novel dan imajinasi gw waktu bc novel. hehe..
Well, seperti ky waktu nonton Dark Knight, gw juga dua kali ditolak -alias keabisan tiket- untuk nonton di dua bioskop berbeda. DI bekasi sama di depok. Hah pasraah. Dan akhirnya setelah di Bandung, gw bisa dua kali nonton. Gak nyesel buat dua kali nonton karena gw emang suka filmnya dan yg kedua ditraktir dosen gw, hehe, trima kasih bapak..

Menurut gw filmnya indah. Sangat inspiratif. Dan ironi. Ironi disini memang si film menampilkan berbagai ironi antara sekolah anak2 miskin Muhammadiyah dan SD PN timah yang berisi anak2 org kaya. Alat hitung, sepatu, seragam, kelas, guru, dan sebagainya. Dan gw yakin hal itu memang masih ada di Indonesia saat ini. Selain itu, gw agak kaget melihat berita di TV kemarin pagi. Di Belitung, tempat yang sangat indah yang menjadi setting film ini, penduduknya gak bisa nonton Laskar Pelangi karena ga ada bioskop! Betapa ironi. Mereka sedih karena hanya mendengar kesuksesan film yang dibuat di tanah mereka sendiri dari TV dan koran. Mereka sibuk mencari VCD tetapi film ini memang tidak available dalam VCD. Kasian bgt..
Di samping itu, gw suka sama film ini. Terlepas dari beberapa temen gw yg blg filmnya biasa aja, gw tetep suka. Buat gw, film ini mengajarkan banyak hal. Kalau tekad dan niat yg kuat yg akan mengantarkan kita ke kesuksesan. Kalau setiap orang harus punya mimpi.. Karena dengan mimpi-mimpi itu motivasi dan semangat yg besar itu muncul.. Karena mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunai [Nidji].. sebuah karya besar dan inovatif berawal dari mimpi. dan sebuah senyum indah juga berawal dari mimpi.. Seperti ketika Lintang meyakinkan Ikal, “Kita semua harus punya mimpi kal, harus punya cita-cita, dan cita-cita kita berawal di sekolah ini”..
Perjuangan yang sungguh2 juga akan berbuah manis. Seperti postingan2 gw sebelumnya, gw selalu yakin kalo apa yg akan kita dapat sebanding dengan usaha kita. Perjuangan Bu Muslimah dan Pak Harfan mempertahankan sekolah miskin yg hanya memiliki 10 murid saja. Perjuangan mereka tidak henti walaupun mereka tau keadaan, keterbatasan, halangan yang merintang seperti keadaan bangunan, buku, alat mengajar, dll. Mereka berdua yakin bahwa mereka mampu mendidik 10 orang murid itu menjadi anak yg lebih baik dan beriman. Dan mereka berhasil. Mereka mampu membuktikan pada dunia bahwa sekolah mereka bisa berprestasi. Semuanya bener2 terangkum dr lirik soundtracknya, Sahabat Kecil dr Ipang [gw sukaaaa bgt lagu ini],
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagiā¦
Film ini juga bikin gw nangis.hehe [setelah lama sekali, hampir 2,5 tahun gw ga nangis pas ntn film]. tepatnya pas ayahnya Lintang meninggal ketika dia br saja memenangkan lomba cerdas cermat. Gak ngebayangin perasaan nya gimana. Masih kelas 5 SD harus menanggung hidup 3 orang adiknya yg masih kecil. Dan dengan ikhlas, dia meninggalkan impiannya untuk sekolah dan berjuang mencari uang. Tekad dan semangat nya yg sangat kuat membuat gw tersentuh, dan gw juga bertekad untuk tetap harus smangat sebesar semangat Lintang melalui hidup.
Cerita yg amat bagus ini dikemas dengan menarik. Setting tempat yg sangat indah, terutama pantai dan bebatuan Belitong itu.. Akting yg baik! Anak itu berhasil menampilkan akting yg baik. Lintang yg pintar dan penuh kerja keras. Ikal yg lucu bgt dan bisa menampilkan mimik yg bagus. Bu Muslimah yg kata2nya menyentuh. Dan perbedaan karakter tokohnya tergambar dengan jelas. Termasuk soundtracknya. Lagu Laskar Pelangi Nidji dan Sahabat Kecil IPang inspiratif dan enak di denger bgt.
Yg gw ga suka cuma pas bagian Aling. Berlebihan ah.. ada efek2 juga..hehe kelamaan sih yg jelas.. Udah ky bikin video clip, hehe
Tapi, yg jelas, ga ngerasa rugi ngantri dan dua kali nonton utk film ini..
1 response so far ↓
qq // October 14, 2008 at 12:46 am |
setuju, adegan pas ayahnya ikal ga pulang dari berlayar rasanya paling meremukkan hati…salam kenal.